1. Pengangkatan kekakuan keseluruhan dua kali lipat: Tepi baja (kebanyakan galvanis/stainless steel) membungkus tepi pallet ke segala arah, sepenuhnya mengatasi titik-titik masalah sudut pallet serat biasa yang rentan terhadap benturan, pelapisan, dan kerusakan tepi. Dapat menahan tegangan terpusat dari dorongan frekuensi tinggi, penumpukan, dan transportasi forklift mesin bata dengan lebih mudah.
2. Setelah komposit tepi baja dan papan inti serat, kekuatan lentur/tekan secara keseluruhan meningkat sekitar 20% -30%, modulus elastis lebih tinggi, dan tidak mudah melengkung atau berubah bentuk di bawah beban berat jangka panjang. Stabilitas dimensi lebih baik dibandingkan papan penyangga serat tanpa tepi baja, dan masa pakai dapat mencapai 1,5-2 kali lipat dari papan penyangga serat biasa serta 8-10 kali lebih lama dari papan penyangga bambu dan kayu.
3. Beban yang lebih kuat dan ketahanan terhadap benturan: Struktur komposit mampu menahan tekanan cetakan dan berat bata yang lebih besar, sehingga cocok untuk produksi bata tugas berat seperti bata lubang besar, batu pembatas, dan bata pori. Papan ini memiliki perputaran harian ribuan kali tanpa risiko retak. Tepi baja dapat mendistribusikan beban benturan sesaat, menahan jatuh dan tabrakan dalam skenario seperti pencetakan getar dan penggenggam mekanis, serta mengurangi limbah bata dan kerugian waktu henti akibat palet yang rusak.
4. Ketahanan cuaca dan ketahanan korosi: Papan inti serat (seperti papan fiberglass GMT) tahan terhadap lumpur, asam, alkali, dan kelembapan, serta tepi baja telah melalui perlakuan anti-korosi. Papan ini tidak akan berkarat, membusuk, atau rusak saat disimpan di luar ruangan atau digunakan di bengkel dengan kelembapan tinggi. Memiliki adaptabilitas suhu yang lebar (-40 ℃~80 ℃), penggunaan stabil baik di iklim utara maupun selatan serta di daerah pesisir dan hujan, tanpa memerlukan perlindungan tambahan.
5. Biaya keseluruhan lebih rendah: Harga pembelian awal lebih tinggi dibandingkan palet serat biasa, namun karena frekuensi penggantian berkurang secara signifikan, tingkat kelayakan bata billet meningkat, serta kerugian akibat waktu henti berkurang, maka biaya penggunaan keseluruhan (siklus 3-5 tahun) berkurang sekitar 40%–50%.